Kamis, 13 Desember 2012

MAKALAH ILMU PENDIDIKAN UMUM INOVASI PENDIDIKAN



MAKALAH ILMU PENDIDIKAN UMUM
INOVASI PENDIDIKAN
Dosen Pembimbing
Sulamah M.pd
http://stai-radenrahmat.ac.id/images/stories/logo-png.png


Oleh
Muhammad Idris Al-Marbawy
Moh. Mustajib

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)
RADEN RAMAT


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
Pesatnya perkembangan lingkungan lokal, regional, dan internasional saat ini berimplikasi terhadap penanganan penyelenggaraan pendidikan pada setiap jenjang pendidikan yang ada. Berkaitan dengan perkembangan tersebut, kebutuhan untuk memenuhi tuntutan meningkatkan mutu pendidikan sangat mendesak terutama dengan ketatnya kompetitif antar bangsa di dunia dalam saaat ini. Sehubungan dengan hal ini, paling sedikit ada tiga fokus utama yang perlu diatasi dalam penyelenggaraan pendidikan nasional, yaitu: (i) upaya peningkatan mutu pendidikan; (ii) relevansi yang tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan, dan (iii) tata kelola pendidikan yang kuat. Depdiknas menempatkan ketiga hal tersebut dalam rencana strategis pembangunan pendidikan nasional tahun 2004-2009, namun disadari bahwa ketiganya tetap mendesak dan relevan dalam penyelenggaraan pendidikan nasional pada waktu yang akan datang.
Atas dasar itu, Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan (Puslitjaknov) Balitbang Depdiknas dalam simposium nasional hasil penelitian pendidikan pada tahun 2009 mengangkat peningkatan mutu pendidikan, relevansi, dan penguatan tata kelola sebagai tema.
B. Rumusan Masalah
Hal hal tentang inovasi pendidikan














BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian inovasi pendidikan
Inovasi pendidikan merupakan upaya dasar dalam memperbaiki aspek-aspek pendidikan dalam praktiknya. untuk lebih jelasnya, marilah kita lihat pendapat beberapa pakar mengenai inovasi pendidikan berikut ini.
1.  Hamijoyo mengemukakan inovasi pendidikan adalah suatu perubahan yang baru dan kualitatif berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan.
2.  Ibrahim mendefinisikan inovasi pendidikan adalah inovasi (pembaruan) dalam bidang pendidikan atau inovasi yang dilakukan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan, inovasi pendidikan merupakan suatu ide, barang, metode yang dirasakan atau diamati sebagai hal baru bagi seseorang atau kelompok orang (masyarakat) baik berupa hasil inversi atau diskoversi yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau memecahkan masalah-masalah pendidikan.
Perkembangan inovasi dalam pendidikan di Indonesia di antaranya adalah berikut ini:
  • Pemerataan kesempatan belajar, untuk menaggukangi jumlah usia sekolah yang cukup banyak di Indonesia. Pemerintah menciptakan sistem pendidikan yang dapat menampung sebanyak mungkin anak usia sekolah, salah satunya adalah didirikannya SD Pamong, SMP Terbuka, Universitas Terbuka.
  • Kualitas pendidikan untuk menaggulangi kurangnya jumlah guru, dengan diiringi merosotnya mutu pendidikan pemerintah dalam hal ini meningkatkan mutu pendidikan, misalnya penataran guru melalui radio, modul.
  • Penggunaan multi media dalam pembelajaran. Pendidikan harus diusahakan agar memperoleh hasil yang baik dengan dana dan waktu yang sedikit. Ini berari harus dicari sistem pendidikan dan pengajaran yang efektif dan efisien. Di antaranya dengan memanfaatkan lembar kerja siswa dan media KIT IPA.
Sasaran Program Pembaruan (Inovasi) dalam Bidang Pendidikan
Berikut ini contoh-contoh inovasi pendidikan dalam setiap komponen pendidikan atau komponen sistem sosial dengan pola yang dikemukakan oleh B. Milles, seperti yang dikutip oleh Ibrahim (1988).
-Pembinaan Personalia
-Fasilitas Fisik
-Penggunaan Waktu
-Perumusan Tujuan
-Prosedur
-Peran yang Diperlukan
-Wawasan dan Perasaan


Strategi
Strategi ialah tahap-tahap kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan inovasi pendidikan. Pola strategi yang biasanya digunakan, yaitu berikutini.:
1.  Desain
Suatu inovasi ditemukan berdasarkan hasil observsi atau hasil penelitian. Dari hasil penelitian itu maka dibuat desain suatu inovasi dengan perencanaan penyebarannya.
2.  Kesadaran dan perhatian
Berhasil atau tidaknya suatu inovasi sengat ditentukan oleh adanya kesadaran danperhatian penerima/sasaran inovasi baik individu maupun kelompok akan perlunya inovasi tersebut. Berdasarkan kesadran itu maka mereka akan mencari informasi tentang inovasi.
3.  Evaluasi
Para penerima/sasaran inovasi mengadakan penilaian tentang kemungkinan akan dapat terlaksananya inovasi tersebut, tentang kemampuan untuk mencapai tujuan, tentangpembiayaan dan sebagainya.
4.  Percobaan
Para penerima/sasaran inovasi mencoba menerapkan inovasi untuk membuktikan apakah memang benar inovasi dapat diterapkan, seperti yang diharapkan. Jika ternyata berhasil maka inovasi akan diterima.
Beberapa contoh perkembangan inovasi di bidang pendidikan adalah sebgai berikut..
Universitas Terbuka menyelenggarakan Program Penyetaraan DII Guru SD yang bertujuan untuk meningkatkan kualifikasi guru kelas dan guru penjaskes. untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan melalui program pendidikan jarak jauh dengan bahan belajar utama yaitu bahan cetak (modul) ditunjang dengan program kaset audio, radio, dan televisi. Mahasiswa dapat belajar tanpa meninggalkan tugas, dan mahasiswa dapat berinteraksi dengan pengajar melelui media interaktif.
Di dalam metode belajar terdapat inovasi yang dikenal dengan Accelerated Learning, yaitu belajar dengan menggunakan relaksasi dan perasaan atau emosi yang positif (mengaktifkan kekuatan pikiran bawah sadar untuk mencapai tujuan). Metode ini akan menyempurnakan cara belajar siswa aktif yang telah dikenal selama ini.
KEPEMIMPINAN
Profil Pemimpin Pendidikan yang Dibutuhkan Saat ini
Untuk menghadapi tantangan dan permasalahan pendidikan nasional yang amat berat saat ini, mau tidak mau pendidikan harus dipegang oleh para pemimpin yang sanggup menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan yang ada, baik pada level makro maupun mikro di sekolah.
Merujuk pada pemikiran Rodney Overton (2002) tentang profil pemimpin yang dibutuhkan saat ini, berikut ini diuraikan secara singkat tentang 20 profil pemimpin pendidikan yang yang dibutuhkan saat ini.
o   Mampu menginspirasi melalui antusiasme yang menular.
o   Memiliki standar etika dan integritas yang tinggi.
o   Memiliki tingkat energi yang tinggi.
o   Memiliki keberanian dan komitmen
o   .-Memiliki tingkat kreativitas yang tinggi dan bersikap nonkonvensional.
o   Berorientasi pada tujuan, namun realistis
o   .Memiliki kemampuan organisasi yang tinggi
o   Mampu menyusun prioritas
o   Mendorong kerja sama tim dan tidak mementingkan diri sendiri, upaya yang terorganisasi.
o   Memiliki kepercayaan diri dan memiliki minat tinggi akan pengetahuan.
o   .Sesuai dan waspada secara mental maupun fisik.
o   Bersikap adil dan menghargai orang lain.
o   Menghargai kreativitas
o   Menikmati pengambilan resiko.
o   Menyusun pertumbuhan jangka panjang
o   Terbuka terhadap tantangan dan pertanyaan.
o   Tidak takut untuk menantang dan mempertanyakan.
o   Mendorong pemahaman yang mendalam untuk banyak orang.
o   Terbuka terhadap ide-ide dan pandangan baru.
o   Mengakui kesalahan dan beradaptasi untuk berubah.
Kepemimpinan Pendidikan
Materi Terkait:
• Kepemimpinan Kepala Sekolah
• Kompetensi Kepala Sekolah
• Kualifikasi Kepala Sekolah
• Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah
• Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah
• Profesionalisme Kepemimpinan Kepala Sekolah
• Tujuh Puluh Persen (70%) Kepala Sekolah Tidak Kompeten
• Kepemimpinan Perempuan
• Tigas Belas Faktor Menjadi Kepala Sekolah yang Efektif
• Profil Manajer dan Pemimpin Pendidikan yang Dibutuhkan Saat ini
Perlunya Profesionalisasi dalam Pendidikan
Dalam rangka menjaga dan meningkatkan layanan profesi secara optimal serta menjaga agar masyarakat jangan sampai dirugikan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, tuntunan jabatan profesional harus sangat tinggi. Profesi kependidikan, khususnya profesi keguruan mempunyai tugas utama melayani masyarakat dalam dunia pendidikan. Sejalan dengan alasan tersebut, jelas kiranya bahwa profesioanalisasi dalam bidang keguruan mengandung arti peningkatan segala daya dan usaha dalam rangak pencapaian secara optimal layanan yang akan diberikan kepada masyarakat. Sehingga dimunculkan sejumlah asumsi yang melandasi pekerjaan mendidik sebagai profesi sehingga perlu ada profesi sehingga perlu ada profesionalisasi.
Pendidikan dan Aspek Politik
. Kebijakan, yang dalam bahasa politik dikenal sebagai produk atas kewenangan atau kuasa, inilah yang kemudian menjadi peluru bagi proses implementasi sebuah konsep. Itulah sebabnya, setiap proses kebijakan tidak mungkin bisa dilepaskan dari aspek politik, demikian pula halnya dalam dunia pendidikan. Formulasi kebijakan inilah yang pada akhirnya menjadi persenyawaan antara kepentingan idealis dan pragmatis, filosofis dan teknokratis, juga senyawa kepentingan individualis dan populis. Pada senyawa terakhir inilah sesuatu yang absurd akan mudah diamati, bahwasanya kebijakan kerapkali tidak bisa dilepaskan dari aspek pergumulan kepentingan pribadi dan golongan sehingga tidaklah mengherankan jika seorang kepala daerah seringkali membuat kebijakan bersendikan pada kepentingan diri dan kelompoknya ketimbang dihajatkan untuk kepentingan yang lebih luas.
Aksi unjuk rasa guru di berbagai daerah menuntut penyesuaian banyak hal telah menjadi pendobrak tradisi lama yang dikultuskan. Sosok guru bukan lagi anak manis yang harus patuh pada atasan, tetapi sosok pembaharu yang harus menunjukkan idealitasnya. Demo ribuan guru di Merangin Jambi, penolakan penggusuran sekolah oleh seorang guru di Jakarta beberapa tahun yang lalu, demo guru yang menuntut kenaikan anggaran, unjuk rasa guru honor yang menuntut kepastian kepegawaian, dan sebagainya menjadi peristiwa penting yang memangkas nilai-nilai ketabuan guru. Guru tak lagi memainkan peran pencerahan budi semata, tetapi juga pencerahan relasikuasa dan masa depan.
Pendidikan Dan Politik
Berkaitan dengan peran dan fungsi guru yang tidak hanya mampu mentransfer teori-teori saja, maka guru pun dituntut untuk mampu menerjemahkan praksis sosialita ke dalam pengajaran mereka. Mungkin dapat disimplifikasi bahwa maraknya korupsi, kolusi, dan nepotisme adalah bagian inheren dari kegagalan pembangunan mental peserta didik









BAB III
KESIMPULAN

Pembaharuan (inovasi) diperlukan bukan saja dalam bidang teknologi, tetap ijuga di segala bidang termasuk bidang pendidikan.pembaruan pendidikan diterapkan didalam berbagai jenjang pendidikan juga dalam setiap komponen system pendidikan.
Sebagai pendidik, kita harus mengetahui dan dapat menerapkan inovasi-inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal.
Kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada outputnya sehingga akan muncul pengakuan yang rill dari siswa, orang tua dan masyarakat. Namun sekolah/ lembaga pendidikan tidak akan meraih suatu pengakuan rill apabila warga sekolah tidak melakukan suatu inovasi di dalamnya dengan latar belakang kekuatan, kelemahan tantangan dan hambatan yang ada.












DAFTAR PUSTAKA

REVERENSI
        1.Drs. H. Fuad Ihsan, dasar-Dasar Kependidikan. Rineka Cipta, 1997
  1. Resume ini tersusun dari kumpulan makalah Mata Kuliah Sosiologi Pendidikan.yang tersusun dari kelompok  Satu hingga Kelompok Terakhir
  1. Selain itu juga mengambil dari berbagai situs internet yang membahas tentang Sosiologi Pendidikan
  1. Resume ini juga saya arsipkan di situs Blog kami yaitu di:   http://mediadakwahthoriquljannah.com

Selasa, 11 Desember 2012

Pengantar Lounching Buku Tsawauf "Neraka Tempat Para Ulama'"

Pengantar Lounching Buku Tsawauf "Neraka Tempat Para Ulama'"


   Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolonganNya kami dapat menyelesaiakan karya buku tasawuf yang berjudul ‘

"Neraka Tempat Para Ulama"

’. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikannya dengan baik.

Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada penulis yang telah membantu kami dalam mengerjakan buku filsafat tasawuf ini ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman mahasiswa yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ini.

Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada masyarakat dari hasil karya buku filsafat tasawuf ini. Karena itu kami berharap semoga karya ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.

Pada bagian akhir, kami akan mengulas tentang berbagai masukan dan pendapat dari orang-orang yang ahli di bidangnya, karena itu kami harapkan hal ini juga dapat berguna bagi kita bersama.

Semoga karya yang kami buat ini dapat membuat kita mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.



Tim Penyusun


    Tentang Penulis:

                 Muh.Idris Al-Marbawy bin Muh.Rodliyalloh,anak pertama dari tiga bersaudara,lahir 21 Romadhon 1415 H dari keluarga petani di desa Babadan-Ngajum-Malang. Tahun 2000 menyelesaikan Pendidikan dasar pada MI Nurul Huda di tempat kelahiranya sambil belajar di Madrasah Diniyah (MD) Darul Muttaqien.selanjutnya berkhidmat di pesantren Tahfidzul Qur'an (hafalan Al-Qur'an) "Riyadlul Qur'an" Ngasem Ngajum Malang sampai tamat Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) dan menamatkan Madrasah Aliyah ( setingkat SMA) di Ponpes Miftahul Jannah ,Pakisaji Malang.
Kemudian meneruskan dibeberapa perguruan tinggi : Sekolah Tinggu Filsafat Al-Faraby Malang Dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Rahmat Kepanjen-Malang. Mengikuti festival,sayembara,perlombaan,seminar dan Dakwah di dalam dan luar negeri... Indonesia,Malaysia,Hongkong.
Bukunya yang sudah terbit di dalam dan luar negeri;
 Berpetualang Di Alam Ghaib; 
 Rindu Bersholawat Di Atas Ombak;
 Neraka Tempat Para Ulama'.

Minggu, 09 Desember 2012

Tokoh Wanita Publik Figur

Tokoh Wanita Publik Figur

Pengantar Lounching "Rindu Bersholawat Di Atas Ombak"


   Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolonganNya kami dapat menyelesaiakan karya novel yang berjudul ‘Rindu Bersholawat Di Atas Ombak’. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikannya dengan baik.

Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada penulisyang telah membantu kami dalam mengerjakan proyek novel ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman mahasiswa yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ini.

Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada masyarakat dari hasil karya novel religi ini. Karena itu kami berharap semoga karya ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.

Pada bagian akhir, kami akan mengulas tentang berbagai masukan dan pendapat dari orang-orang yang ahli di bidangnya, karena itu kami harapkan hal ini juga dapat berguna bagi kita bersama.

Semoga karya ilmiah yang kami buat ini dapat membuat kita mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.



Tim Penyusun

Majalah Dakwah Rijalul Ansor Thoriqul Jannah: Pengantar Lounching "Rindu Bersholawat Di Atas Omb...

Majalah Dakwah Rijalul Ansor Thoriqul Jannah: Pengantar Lounching "Rindu Bersholawat Di Atas Omb...:    Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolonganNya kami dapat menyelesaiakan karya novel yang ber...

Profil Perjalanan Da'i Muda Dari Masih Kecil Hingga Beliau Menjadi Mubaligh Yang Tidak Sedikit Menemui Cobaan..


Kisah nyata perjalanan dai muda dari masih kecil hingga beliau menjadi mubalik yg tidak sedikit menemui cobaan..
Bismillahirrohmaanirrohiim....
----------------------------------------------------------------------------------------
Gus idris lahir dari keluarga yg dibilang cukup dlm keluarganya...
Kedua orang tuanya sangat bahagia menyambut kelahiran anak pertamaya(21-09-90). Dan ternyata beliau cucu laki-laki satu-satunya dalam keluarga besar gus Idris Al-Marbawy/sapaan akrabnya dikenal dengan sebutan Gus Idris
Kebahagiaan yg di rasakan keluargaya berubah dengan kecemasan...
Ternyata Allah menguji keluarga besar gus Idris..
Gus Idris kecil keluar masuk rumah sakit bahkan dibilang tiap hari.. Allah mengujinya dgn sebuah penyakit.
Karena cinta dan sayang dari kedua orang tua serta keluargaya, mereka tdk pernah lelah untuk terus berusaha demi kesembuhan putra kesayanganya, usaha demi usaha di lakukan, dan ternyta hasilnya sgt mengejutkan keluarga besar Gus Idris.
Ternyata dari pihak rumah sakit mengatakan Gus Idris telah meninggal dunia. Dan itu memang nyata adanya gus Idris kecil telah meninggal dunia.
Keluarga yg sedang berduka pun berusaha membawa jenazah gus idris pulang ke rumah..
Lagi-lagi Allah menguji kedua orang tua Gus Idris untuk bersabar. Karna waktu itu masih jarang ambulan, orang tua Gus Idris mencari mobil di luar dan mikrolet tpi g ada satu pun mobil yg mau mengangkat jenazah Gus Idris..
Setelah menunggu lama nggak dpt mobil tumpangan, ternyata Allah punya belas kasihan.Tiba-tiba ada mobil tukang sayur mau mengangkat jenazah Gus Idris, dgn hati yg lega kedua orang tua gus Idris membawa plg jenazah putra kesayangannya.
Sesampai di rumah putranya ditidurkan layaknya jenazah pada umumnya dan keluargapun menyiapkan keperluan orang yg sudah meningal selayaknya.
Di sinilah ke ajaiban dari Allah itu dtg. Semula jenazah yg sdh terbujur kaku tiba-tiba duduk dan bermain sendiri. Seolah tdk terjadi apapun pd diri gus Idris. Gus Idris sehat wal afiat.
ALLAHU AKBAR!!!!!!!!
Di sinilah ayah Gus Idris berdoa "ya Allah kalau memag putraku hidup bukan untuk umat, aku ikhlas putra kami Engkau ambil. Tapi klu Engkau punya rencana buat putra kami dan untuk kepentingan umat maka panjangkan umurnya."
Alhamdulillah Allah mengabulkan doa orang tua Gus Idris walau kadang sakit-sakitan, Allah masih memberi beliau umur panjang.
Dan Gus Idris kecil tidak dididik sendiri oleh orang tuanya, melainkan ditaruh di pesantren satu ke pesantren yg lainnya, berpindah-pindah pesantren. Dengan kecerdasanya,beliau hafal Al-Qur'an 30 juz dan menyandang gelar "Al-Hafidz" kitab demi kitab telah di kuasainya. Saat telah duduk di bangku madrasah, mulai kelihatan bakat dakwahnya.
Sambil menuntut ilmu di pesantren..dakwah pun tetap berjalan, undangan demi undangan dihadiriya demi dakwah beliau.
--------------------------------------------------------------------------
Dengan berjalan nya waktu, tumbuhlah ia menjadi remaja yg dewasa cita-cita sangat  kuat, untuk membumikan sholawat, sebagai bukti kecintannya kepada baginda Rosul...
SHOLLU ALAN NABII MUHAMMAD....
Berulang kali diutarakan kepada keluarganya untuk menyebarkn sholawat dan mengajak umat mencintai baginda Rosul,
tapi cita-cita yg begitu mulia itu tidak semulus dan seindah yang beliau inginkan dan rencanakan..setelah dakwah gus Idris di terima jamaah di negara non muslimn(Hongkong), tiba-tiba Allah menngujiya. Ternyata gus Idris ditentang, tidak diizinkan membawa bendera majlis gurunya...bahkan di tentang agar Gus Idris tidak berdakwah dan membumikan sholawat lagi.
Saat itulah Gus Idris jatuh.. suaranya lemas, matanya selalu berkaca-kaca. Cita2 yg begitu mulia, perjuangan dgn susah payah untuk membawa sholawat Alhabsi ke ngara non muslim, telah dihancurkan dgn berbagai cara oleh pihak2 yg tidak menghendaki. Ingin menyingkirkan dan menghancurkan gus Idris serta majlisnya.
waktu itu jg gus Idris tidak berdaya, beliau hanya diam tdk pernah melawan pd pihak-pihak yg ingin menhancurkannya, beliau hanya berserah diri kpd Allah.
Kepada istrinya beliau berbagi, kepada  istrinya beliau mencurahkan isi hatinya. Istri serta orang tuanya selalu memberi semangat agar beliau bagkit dan tetap memperjuangkan majisnya rosululloh.
Pada suatu malam gus Idris berkata pada istrinya " istriku... semalam aku dalam keadaan tidur tapi aku tetap berzikir kpd Allah, aku berserah diri.. klu Allah tdk ridlo aku memperjuangkan majlisnya rosululloh ini, malam ini juga ya Allah engkau ambil nyawaku".
Ternyata Allah berkehendak lain, dgn nasehat, doa serta perjuangan istri dan orang tuanya Allah mengangkat drajat Gus Idris Almarbawy dgn melahirkan majlis sholawat waddakwah "THORIQUL JANNAH". Yg alhamdulilah mendapat bnyak dukungan dr berbagai pihak untuk msjlis yg dilahirkannya...
Semoga gus Idris di beri umur yg panjang serta bermanfaat bagi umat, melanjutkan perjuangan baginda rosulullah. Aamiin...
--------------------------------------------------------------------
Dengan berdirinya majlis sholawat wad dakwah tidaklah seindah yang dibayangakan, Allah menguji kesabarannya lagi.
Ternyata tempat awal dakwanya berdiri sering ditentang dan di hujat oleh toko2 masyarakat sekitar, tantangan dakwahnya pun begitu berat, dengan berbagai fitnah dan hujatan datang silih berganti menghampirinya,
bahkan ada pihak wartawan mau meliput majlis sholawatnya untuk di masukkan majalah ditentang oleh pihak-pihak yang menentang dakwahnya, tapi istrinya selalu mendorong untuk terus memperjuangkan majlisnya rosululloh.
Dgn suara emasnya dan tausiah yang bisa memukau para jamaah akhirnya alhamdulillah
majlis yan didirikan mulai ada titik terang (yang tidak lepas karena izinNya) ..,semua perjuangan Gus Idris tidak sia2.
Titik terang mulai bercahaya. Majlisnya sdh diterima oleh masyarakat dan beliau tlah memliki jmaah dlm 3 tempat >> Probolinggo, Malang, dan Hongkong.
Dgn berjalannya waktu jamaah gus Idris selalu bertambah, dan telah disiapkan untuk membuka cabang di berbagai tempat.dan di Malang disambut hangat oleh dr.umar Usman Ketua Umum PC Ansor kab.Malang dan saat ini menjadi Majlis Sholawat Wad Dakwah Rijalul Ansor Thoriqul Jannah
Alhamdulillah....dan semoga ALLAH selalu memberkahi segla usaha serta dakwahnya.
------------------------------------------------------------------------------
demikian sepintas perjalanan Gus Idris dan majelisnya....
semuga banyak hikmah yg kita ambil...aamiin...

Selasa, 27 November 2012

BERPETUALANG DI ALAM GHAIB



Proses Awal Perjalanan Manusia Di Alam Ghaib?
Dicatat oleh Idris Al-Marbawy
1. Dalam aqidah Islam secara umum, Allah SWT meminta kita agar beriman dengan perkara-perkara ghaib yang disampaikan melalui kitab-Nya dan juga rasul-Nya. Namun, persoalan yang ingin diketengahkan ini barangkali adalah satu persoalan yang jarang dikupas dan diketengahkan. Ialah mengenai satu persoalan dalam hubungan antara alam manusia dan alam ghaib, yaitu tentang ‘penyeberangan’ dan kewujudan manusia di alam ghaib, dalam arti kata kehidupan sebagaimana manusia biasa yang hidup di alam zahir ini. Perbincangannya sama sekali tidak termasuk kehidupan manusia yang telah mati di alam roh. Pada pendapat saya tidak ada salahnya dibincangkan, karena menurut hemat saya ia dapat memahamkan kita dengan banyak masalah dan persoalan yang berlaku di sekitar hidup manusia yang berkait hubungan antara dua dimensi, alam zahir dan alam ghaib, khususnya berhubung soal kerohanian. Bagaimanapun, persoalan ini tentu menjadi pertikaian di kalangan ahli ilmu. Barangkali ada yang menolaknya, di samping ada juga yang menerimanya. Banyak hujah yang mungkin dapat menyokong orang yang menolak kemungkinan tersebut. Namun tidak kurang juga hujah-hujah orang yang tidak menolak kewujudan dan kebarangkaliannya. Malah cerita-cerita yang dikisahkan juga amat banyak.
2. Tiada siapa yang menafikan mengenai ‘penyeberangan’ makhluk dari alam ghaib ke alam dzahir kerana bukti-bukti mengenainya sangat banyak, seperti yang dinyatakan dalam al-Quran tentang khidmat jin terhadap Nabi Sulaiman AS, tugasan Jibril AS menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul, rombongan jin datang bertemu Nabi SAW untuk mendengar al-Quran, hadith mengenai Nabi SAW menangkap syaitan/jin ifrit yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim, begitu juga kisah Abu Hurairah RA menangkap syaitan dan mengajarnya ayat al-Kursi sebagai pelindung, dan sebagainya. Namun persoalannya, bolehkah berlaku ‘penyeberangan’ manusia dari alam zahir ke alam ghaib? Sebagai jawapannya, mungkin kita boleh perhatikan fakta-fakta yang akan saya kemukakan satu persatu sepertimana berikut. Pertamanya, boleh kita katakan perpindahan pertama manusia ‘menyeberang’ dari alam ghaib ke alam zahir ialah perpindahan Nabi Adam AS dan Hawwa yang diturunkan oleh Allah SWT daripada syurga ke atas muka bumi ini. Zahir nas menunjukkan bahawa mereka ‘menyeberang’ dalam keadaan sedar dan jaga.
3. Seterusnya, kenyataan tentang Nabi ‘Isa AS diangkat ke langit oleh Allah SWT dalam usia 33 tahun, dan baginda akan turun semula ke bumi di akhir zaman kelak bagi memimpin umat Muhammad SAW menegakkan keadilan dan menghapuskan kebatilan. Baginda belum lagi diwafatkan oleh Allah SWT sehinggalah tiba masanya kelak, yaitu setelah turun semula ke bumi dan membunuh Dajjal. Riwayat mengenai perkara ini adalah mutawatir, meskipun ada golongan yang kurang berilmu di kalangan orang Islam yang mengatakan bahawa Nabi ‘Isa AS telah pun wafat, sepertimana kepercayaan orang Kristian. Pendapat mereka ini adalah tertolak sama sekali, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Imam al-Kasymiri dalam al-Tasrih, Syeikh al-Kawthari dalam Nazrah ‘Abirah, al-‘Arabi al-Tabbani dalam I’tiqad Ahl al-Iman dan lain-lain. Ini menunjukkan bahawa Nabi ‘Isa AS dapat ‘menyeberang’ dari alam zahir ke alam ghaib dan sebaliknya dalam keadaan sadar dan jaga.
4. Bagi mereka yang mengatakan Nabi Khidir AS masih hidup meyakini bahwa baginda adalah manusia yang diberikan keistimewaan oleh Allah SWT dan dapat hidup di dimensi yang lain. Majoriti ulama yang mencebur bidang kerohanian menyatakan tentang kewujudan Nabi Khidir AS dan ramai yang telah bertemu dengannya. [Lihat contohnya, kitab Tabaqat al-Khidhriyyin oleh Syeikh Muhyiddin al-Tu’mi]
5. Antaranya, Nabi Muhammad SAW telah diberikan keizinan oleh Allah SWT untuk ‘menyeberang’ secara langsung dari alam zahir ke alam ghaib dengan jasad manusiawinya dalam peristiwa Israk dan Mikraj yang masyhur hingga dapat sampai ke Sidratul Muntaha. Malah baginda diperintahkan agar mengkhabarkannya kepada orang ramai, dan tidak menyembunyikan peristiwa yang sangat ajaib itu.
6. Nabi SAW juga pernah ‘menyeberang’ masuk ke alam jin dan membacakan al-Quran kepada mereka, seperti yang diceritakan oleh Ibn Mas’ud RA: Kami bersama Rasulullah SAW pada suatu malam, lalu tiba-tiba kami kehilangan baginda, dan kami pun pergi mencarinya di merata tempat di wadi dan lerengan bukit, hinggakan kami berkata: Baginda telah diculik jin atau pun dibunuh… (hadith riwayat Muslim no. 682 dan Abu Dawud).
7. Nabi SAW pernah menceritakan mengenai seorang lelaki yang bernama Khurafat.
عن عائشة قالت: حدث رسول الله صلى الله عليه وسلم نساءه ذات ليلة حديثا. فقالت امرأة منهن: يا رسول الله كان الحديث حديث خرافة. فقال : أتدرون ما خرافة إن خرافة كان رجلا من عذرة أسرته الجن في الجاهلية فمكث فيهن دهرا طويلا ثم ردوه إلى الإنس فكان يحدث الناس بما رأى فيهم من الأعاجيب فقال الناس حديث خرافة.
(رواه أحمد في مسنده برقم 24085، والترمذي في شمائله برقم 252 وأبو يعلى في مسنده برقم 4442، وقال شعيب الأرنؤوط : إسناده ضعيف لضعف مجالد بن سعيد وللاختلاف عليه في وصله وإرساله، ولكن أخرجه الطبراني في الأوسط برقم 6068 من وجه آخر عن أنس بن مالك عن عائشة، وفيه: فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم: إن أصدق الحديث حديث خرافة رجل من بني عذرة سبته الجن وكان يكون معهم فإذا استرقوا السمع أخبروه فيخبر به الناس فيجدونه كما قال).
Kisahnya, beliau telah diculik oleh jin dan masuk ke dimensi mereka. Lalu beliaupun melihat berbagai keajaiban yang tidak pernah dilihatnya di dunia nyata. Apabila beliau pulang semula ke alam zahir, beliau pun menceritakan kepada orang apa yang dilihatnya semasa di alam jin. Maka orang pun berkata: Cerita-cerita Khurafat. Apabila Nabi SAW tidak menafikan kebenaran kisah tersebut, jika sah hadits ini, maka jelaslah bahawa ‘penyeberangan’ manusia masuk ke alam ghaib adalah satu perkara yang mungkin dan boleh berlaku.
8. Kisah Tamim al-Dari RA dalam hadith al-Jassasah merupakan satu lagi bukti berlaku ‘penyeberangan’ ini, di mana beliau pernah menaik kapal bersama 30 orang dari kabilah Lakhm dan Juzam. Lalu mereka dipermainkan oleh ombak hingga berada di tengah lautan selama satu bulan. Sampai mereka terdampar di sebuah pulau di tengah lautan tersebut saat tenggelamnya matahari. Mereka pun menaiki perahu-perahu kecil dan memasuki pulau tersebut hingga menjumpai seekor binatang yang berambut sangat lebat dan banyak bulu. Mereka tidak tahu mana depan dan mana belakangnya, karena demikian lebat bulunya. Mereka pun berkata: ‘Apakah kamu ini?’ Ia menjawab: ‘Aku adalah al-Jassasah.’ Mereka mengatakan: ‘Apa al-Jassasah itu?’ Ia mengatakan: ‘Wahai kaum, pergilah kalian kepada laki-laki yang ada di biara itu. Sesungguhnya ia sangat merindukan berita kalian…’. Dipendekkan cerita, Nabi SAW bersabda: ‘Sesungguhnya cerita Tamim menakjubkanku, di mana sesuai dengan apa yang kuceritakan kepada kalian tentangnya (Dajjal), serta tentang Makkah dan Madinah. Ketahuilah bahwa ia berada di lautan Syam atau lautan Yaman. Tidak, bahkan dari arah timur ianya.Dan baginda mengisyaratkan dengan tangannya ke arah timur.’ (Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, al-Tirmizi, al-Nasa’i dalam al-Kubra, Ibn Majah dan Ahmad). Pulau yang dinyatakan dalam hadits di atas tentunya berada di dimensi yang lain, karena jika tidak pasti manusia sudah menemuinya dengan kecanggihan teknologi yang ada sekarang ini dan mewartakannya sebagai Pulau Dajjal misalnya.
9. Ada dibincangkan oleh para ulama mengenai kemungkinan berlaku perkahwinan antara manusia dan jin. Ada yang menafikan, dan ada yang mengharuskan kemungkinannya berdasarkan kes-kes yang berlaku. Syeikh Muhammad bin ‘Abdullah al-Syibli (m. 769H) dalam kitabnya (آكام المرجان فى احكام الجان) menyatakan pernikahan manusia lelaki dengan jin perempuan, dan sebaliknya adalah mungkin. Namun, ada diriwayatkan bahawa Nabi SAW melarang dari menikahi jin, dan di kalangan tabi’in pula ada yang mengatakan hukumnya adalah makruh, manakala para ulama fiqh mengatakan bahawa hukumnya tidak harus. Bagaimanapun, bentuk kemungkinan sedemikian merupakan bukti terhadap ‘penyeberangan’, meskipun di luar adat kebiasaan dan kenormalan alam tabii.
10. Banyak peristiwa yang berlaku berhubung ‘penyeberangan’ manusia dari alam zahir ke alam ghaib dan sebaliknya. Namun, jika berlaku ‘penyeberangan’, bolehkah manusia hidup terus di alam tersebut, dalam arti kata membesar, berkawin, beranak pinak dan mati di sana. Seringkali kita dengar seperti peristiwa manusia yang tersesat di dimensi yang berbeza, jin menculik manusia baik dewasa mahupun kanak-kanak, menyorokkan mereka, mengambil bayi dan sebagainya. Ada yang dapat kembali semula dan ada yang tidak. Malah peristiwa sebegini kemungkinan sudah berlaku sejak sekian abad lamanya. Maka berkemungkinan besar mereka yang tidak kembali itu terus hidup di alam tersebut. Berkemungkinan juga mereka dapat bertemu dengan manusia-manusia lain yang senasib dan dapat membina kehidupan ‘masyarakat’ manusia di alam sana. Barangkali juga, sesekali berlaku perhubungan secara rohani dengan dunia nyata, sehingga mereka ini dikenali dengan panggilan ‘Rijalul Ghaib’ (orang ghaib).
11. Kewujudan ‘Rijalul Ghaib’ turut menjadi perselisihan di kalangan ahli ilmu. Sebahagian ulama menolak kewujudan mereka kerana tiada dalil yang kukuh mengenainya. Bagaimanapun, di sana wujud golongan wali Abdal, Nujaba’ dan Awtad yang termasuk dalam kategori ‘Rijalul Ghaib’, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Imam al-Suyuti dalam risalahnya (الخبر الدال على وجود القطب والأوتاد والنجباء والأبدال). Ini bersandarkan kepada banyak riwayat hadith dengan berbagai darjat antara sahih, hasan, daif, dan juga mawdhu’ (palsu), meskipun ada yang cuba menghukumkan kesemua riwayat ini sebagai batil. Antaranya diriwayatkan oleh Imam Ahmad daripada ‘Ubadah bin al-Samit daripada Nabi s.a.w. bahawasanya baginda s.a.w. bersabda: “Al-Abdal bagi umat ini seramai 30 orang, yang seumpama Nabi Ibrahim Khalil al-Rahman azza wa jalla, setiap kali meninggal seorang lelaki daripada mereka, Allah akan menggantikan tempatnya dengan lelaki yang lain.” (Musnad Ahmad: 5/322) [Lihat kitab (الاحتفال بثبوت حديث الأبدال) oleh ‘Allamah Muhaddith Syeikh Mahmud Sa’id Mamduh]
12. Antara yang mendorong saya menulis tentang persoalan ini ialah kekerapan seorang sahabat karib saya, seorang yang rajin beramal yang barangkali sudah bertemu dengan mereka, mengatakan bahwa mereka adalah manusia seperti kita, bukan jin, bunian, malaikat atau seumpamanya yang dijadikan dari selain unsur tanah. Beliau dengan pasti menjelaskan bahwa mereka adalah manusia, cuma mereka hidup di dimensi yang berbeda dan bukan di alam nyata sebagaimana manusia biasa yang lain.oleh karena itu saya mulai tertarik menekuni dan mendalami rahasia ilmu ghaib dan mulai menulis dalam buku karya saya ini
13. Ada cerita yang baru diceritakan kepada saya oleh seorang kawan, pengamal perubatan Islam, mengenai sepasang suami isteri, di mana bayi mereka telah diambil oleh jin, namun ibunya telah memberikan syarat bahawa bayi tersebut mesti dipulangkan setiap hari untuk disusukan olehnya. Maka syarat tersebut ditepati di mana bayi tersebut dipulangkan sementara untuk disusukan dan kemudian diambil kembali sebelum terbit fajar. Apa yang menghairankan hanya si-ibu sahaja yang dapat melihat bayinya itu. Lalu ia terus dibela oleh mereka dan kini kanak-kanak tersebut sudah berusia 10 tahun dan enggan balik kepada ibunya di alam zahir.
14. Manusia adalah makhluk Allah SWT yang dijadikan oleh-Nya dengan sebaik-baik kejadian (fi Ahsani Taqwim). Maka tidak mustahillah jika pada diri manusia itu tersimpan berbagai rahsia yang tidak diketahui oleh manusia itu sendiri. Kemampuan roh manusia juga adakalanya dapat melebihi dari jangkauan akal dan ukuran logik. Ditambah lagi dengan keyakinan kita terhadap kekuasaan Allah SWT bahawa tiada suatu apa pun yang mustahil bagi-Nya. Malah amat banyak rahasia-rahasia alam yang belum kita ketahui kecuali sedikit sahaja, dan adakalanya menghairankan ahli-ahli sains untuk menghuraikannya. Maka berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas, saya berpendapat ‘penyeberangan’ manusia ke alam ghaib dan kewujudan mereka di sana adalah mungkin. Jika sudah jelas fakta-fakta mengenai berlakunya ‘penyeberangan’ manusia ini, maka tidak mustahil pula berlakunya permastautinan mereka di sana. Wallahu a’lam
Berbagai macam alam ghaib antara lain:
Alam Jabarut
Alam Malakut
Alam Mitsal (alam barzakh)
Maqam Ahdah yang mencakup alam Lahut dan Martabat Dzat;
Maqam Wahdah mencakup alam Jabarut dan Martabat Sifat;
Maqam Wahidiyah mencakup alam Wahidiyah dan Martabat al-Asma’;
Maqam Roh yang mencakup alam Malakut dan Martabat Af’al;
Maqam Mitsal; dan Maqam Insan dan alam Syahadah.
Alam gaib bagi setiap orang tidak sama. Ada yang masih tebal dan ada yang sudah transparan (mukasyafah). Bagi mereka yang sudah berada di tingkat mukasyafah, sudah bisa berkomunikasi lintas alam. Mereka seperti hidup di alam yang bebas dimensi, tidak lagi terikat dengan ruang dan waktu. Mereka bisa berkomunikasi interaktif dengan makhluk dan para penghuni alam lain, baik di alam malakut, alam jabarut, maupun alam barzakh lainnya.
Orang-orang yang memiliki batin bersih setelah menempuh suluk, mujahadah, dan riyadhah, maka sangat berpeluang bisa menjalin komunikasi interaktif dengan para penghuni alam-alam lain. Termasuk kemampuan berkomunikasi atau belajar dari arwah para auliya’ dan arwah kekasih Tuhan lainnya.
Di dalam sebuah hadis disebutkan, “Seandainya bukan karena dosa yang menutupi kalbu Bani Adam, niscaya mereka menyaksikan malaikat di langit.” (HR Ahmad dari Abi Hurairah).
Sebaliknya, penghuni makhluk cerdas alam lain, yang diistilahkan dalam Alquran man fi al-sama’, juga bisa menyaksikan hamba-hamba kekasih Tuhan di bumi sebagaimana dinyatakan Rasulullah saw, “Sesungguhnya para penghuni langit mengenal penghuni bumi yang selalu mengingat dan berzikir kepada Allah bagaikan bintang yang bersinar di langit.”
Dalam Alquran dinyatakan dalam ayat, “Untuk mereka kabar gembira waktu mereka hidup di dunia dan di akhirat.” (QS Yunus/10:64). Para ulama tafsir mengomentari ayat ini sesuai dengan pengalaman sahabat Nabi Muhammad, Abu Darda’, yang menanyakan apa maksud ayat ini. Rasulullah menjelaskan, “Yang dimaksud ayat ini ialah mimpi baik yang dilihat atau diperlihatkan Allah SWT kepadanya.” Dalam ayat lain lebih jelas lagi Allah berfirman, “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya.” (QS al-Zumar/39:42).
Dalam kita-kitab tafsir Isyari, ayat ini mendapatkan komentar panjang bahwa di waktu tidur orang bisa mendapatkan banyak pencerahan. Bahkan, dalam Alquran juga menunjukkan kepada kita sejumlah syariat dibangun di atas mimpi (al-manam), seperti perintah ibadah kurban (QS al-Shafat/37:102).
Berkomunikasi atau bahkan belajar kepada para penghuni alam lain sangat dimungkinkan oleh orang-orang yang telah sampai kepada maqam tertentu. Namun, kita perlu hati-hati bahwa sehebat apa pun ilmu dan inspirasi yang diperoleh seseorang tetap tidak boleh menyetarakan diri dengan Nabi Muhammad sebagai khatamun nubuwwah.
Perjalanan diri (suluk)  agar sampai (wushul) kepada Allah melalui alam-alam tersebut, secara umum caranya adalah meneladani Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, mengikuti perjalanan (thariqat) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sehingga mencapai muslim yang berakhlakul karimah, muslim yang sholeh, muslim yang ihsan, muslim yang bermakrifat, shiddiqin, membenarkan dan menyaksikan Allah ta’ala dengan hati (ain bashiroh)
Sayyidina Jibril As berkata kepada Rasulullah bahwasanya alam itu ada dua yaitu :
- Pertama alam KABIR yaitu (alam DUNIA ini)
- Keduanya alam SHAGIR yaitu (alam didalam DIRI MANUSIA).
Sesungguhnya alam didalam diri manusia adalah lebih mulia dan berkuasa dari pada alam kabir.
Cara masuk ke Alam Ghaib
1.    Melalui media penerawangan
Media  penerawangan adalah media yang paling mudah untuk masuk ke alam ghaib melalui proses meditasi, tapa brata, dzikir, ataupun juga mendekatkan diri kepada Allah(taqarrub illallahu), dengan melakukan penerawangan kita bisa menembus alam ghaib ataupun alam dzahir sesuai dengan apa yang kita inginkan tanpa ada batas ruang dan waktu biidznillah(atas ijin Allah) tentunya.
Media penerawangan bisa dikatakan pula media “mengintip” karena kita hanya menggunakan mata batin dan cakra kita saja agar mampu melihat ke alam ghaib maupun alam dzahir sesuai dengan kehendak kita, media ini memiliki banyak sekali keuntungan antara lain jin tidak akan mampu menyerang atau melihat kita.

Media penerawangan terbagi menjadi tiga cara yaitu:
1.      Menggunakan Kekuatan Ilmiah Kelenjar Otak Kita
Proses ini sendiri tanpa melalui bantuan khodam, asma’, mantra, karena cara ini merupakan suatu Maziyah atau karunia istimewa yang diberikan Allah SWT.kepada manusia Para psikolog di masa iptek sekarang ini berusaha mempelajari fenomena ajaib tersebut dan telah banyak melakukan percobaan, akan tetapi mereka tidak kunjung mendapatkan hasil yang memuaskan. Bisa jadi, para spiritualis justru lebih tahu tentang roh dari pada para psikolog, roh manusia kadang-kadang memiliki kemampuan luar biasa; dan Extrasensory Perception tidak terjadi pada setiap orang, melainkan hanya pada orang-orang tertentu, terutama yang memiliki persiapan khusus, atau mereka yang telah sanggup melakukan penerawangan spiritual. Sehingga, kekuatan luar biasa ini memungkinkan mereka untuk menembus ruang dan waktu. Sebab itu, mereka dapat mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi jauh dari tempat dia berada atau yang terhalang bagi mereka, baik oleh ruang maupun waktu. Al-Qur’an telah menyebutkan banyak contoh tentang penerawangan spiritual dan kemampuan indra yang luar biasa pada kisah-kisah para nabi. Misalnya, Nabi Ya’qub a.s. mencium aroma putranya, Yusuf a.s., ketika sebuah  kafilah dari Mesir datang membawa baju Yusuf a.s., padahal berjarak ratusan mil dari tempat Ya’qub a.s. berada, yang harus ditempuh selama sepuluh hari perjalanan atau lebih dengan mengendarai unta..
Bersambung......(buruan beli bukunya segera..)