MAKALAH
ILMU PENDIDIKAN UMUM
INOVASI
PENDIDIKAN
Dosen Pembimbing
Sulamah M.pd

Oleh
Muhammad Idris Al-Marbawy
Moh. Mustajib
Sekolah
Tinggi Agama Islam (STAI)
RADEN
RAMAT
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pesatnya perkembangan lingkungan lokal, regional, dan internasional saat ini berimplikasi terhadap penanganan penyelenggaraan pendidikan pada setiap jenjang pendidikan yang ada. Berkaitan dengan perkembangan tersebut, kebutuhan untuk memenuhi tuntutan meningkatkan mutu pendidikan sangat mendesak terutama dengan ketatnya kompetitif antar bangsa di dunia dalam saaat ini. Sehubungan dengan hal ini, paling sedikit ada tiga fokus utama yang perlu diatasi dalam penyelenggaraan pendidikan nasional, yaitu: (i) upaya peningkatan mutu pendidikan; (ii) relevansi yang tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan, dan (iii) tata kelola pendidikan yang kuat. Depdiknas menempatkan ketiga hal tersebut dalam rencana strategis pembangunan pendidikan nasional tahun 2004-2009, namun disadari bahwa ketiganya tetap mendesak dan relevan dalam penyelenggaraan pendidikan nasional pada waktu yang akan datang.
Atas dasar itu, Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan (Puslitjaknov) Balitbang Depdiknas dalam simposium nasional hasil penelitian pendidikan pada tahun 2009 mengangkat peningkatan mutu pendidikan, relevansi, dan penguatan tata kelola sebagai tema.
A. Latar Belakang Masalah
Pesatnya perkembangan lingkungan lokal, regional, dan internasional saat ini berimplikasi terhadap penanganan penyelenggaraan pendidikan pada setiap jenjang pendidikan yang ada. Berkaitan dengan perkembangan tersebut, kebutuhan untuk memenuhi tuntutan meningkatkan mutu pendidikan sangat mendesak terutama dengan ketatnya kompetitif antar bangsa di dunia dalam saaat ini. Sehubungan dengan hal ini, paling sedikit ada tiga fokus utama yang perlu diatasi dalam penyelenggaraan pendidikan nasional, yaitu: (i) upaya peningkatan mutu pendidikan; (ii) relevansi yang tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan, dan (iii) tata kelola pendidikan yang kuat. Depdiknas menempatkan ketiga hal tersebut dalam rencana strategis pembangunan pendidikan nasional tahun 2004-2009, namun disadari bahwa ketiganya tetap mendesak dan relevan dalam penyelenggaraan pendidikan nasional pada waktu yang akan datang.
Atas dasar itu, Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan (Puslitjaknov) Balitbang Depdiknas dalam simposium nasional hasil penelitian pendidikan pada tahun 2009 mengangkat peningkatan mutu pendidikan, relevansi, dan penguatan tata kelola sebagai tema.
B. Rumusan Masalah
Hal hal tentang inovasi pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian inovasi pendidikan
Inovasi pendidikan merupakan upaya dasar dalam memperbaiki aspek-aspek
pendidikan dalam praktiknya. untuk lebih jelasnya, marilah kita lihat pendapat
beberapa pakar mengenai inovasi pendidikan berikut ini.
1. Hamijoyo mengemukakan inovasi pendidikan adalah suatu perubahan
yang baru dan kualitatif berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja
diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam
pendidikan.
2. Ibrahim mendefinisikan inovasi pendidikan adalah inovasi
(pembaruan) dalam bidang pendidikan atau inovasi yang dilakukan untuk
memecahkan masalah-masalah pendidikan, inovasi pendidikan merupakan suatu ide,
barang, metode yang dirasakan atau diamati sebagai hal baru bagi seseorang atau
kelompok orang (masyarakat) baik berupa hasil inversi atau diskoversi yang
digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau memecahkan masalah-masalah
pendidikan.
Perkembangan inovasi dalam pendidikan di Indonesia di antaranya adalah
berikut ini:
- Pemerataan kesempatan belajar, untuk menaggukangi jumlah usia sekolah yang cukup banyak di Indonesia. Pemerintah menciptakan sistem pendidikan yang dapat menampung sebanyak mungkin anak usia sekolah, salah satunya adalah didirikannya SD Pamong, SMP Terbuka, Universitas Terbuka.
- Kualitas pendidikan untuk menaggulangi kurangnya jumlah guru, dengan diiringi merosotnya mutu pendidikan pemerintah dalam hal ini meningkatkan mutu pendidikan, misalnya penataran guru melalui radio, modul.
- Penggunaan multi media dalam pembelajaran. Pendidikan harus diusahakan agar memperoleh hasil yang baik dengan dana dan waktu yang sedikit. Ini berari harus dicari sistem pendidikan dan pengajaran yang efektif dan efisien. Di antaranya dengan memanfaatkan lembar kerja siswa dan media KIT IPA.
Sasaran Program Pembaruan (Inovasi) dalam Bidang Pendidikan
Berikut ini contoh-contoh inovasi pendidikan dalam setiap komponen
pendidikan atau komponen sistem sosial dengan pola yang dikemukakan oleh B.
Milles, seperti yang dikutip oleh Ibrahim (1988).
-Pembinaan Personalia
-Fasilitas Fisik
-Penggunaan Waktu
-Perumusan Tujuan
-Prosedur
-Peran yang Diperlukan
-Wawasan dan Perasaan
Strategi
Strategi ialah tahap-tahap kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan
inovasi pendidikan. Pola strategi yang biasanya digunakan, yaitu berikutini.:
1. Desain
Suatu inovasi ditemukan berdasarkan hasil observsi atau hasil penelitian.
Dari hasil penelitian itu maka dibuat desain suatu inovasi dengan perencanaan
penyebarannya.
2. Kesadaran dan perhatian
Berhasil atau tidaknya suatu inovasi sengat ditentukan oleh adanya
kesadaran danperhatian penerima/sasaran inovasi baik individu maupun kelompok
akan perlunya inovasi tersebut. Berdasarkan kesadran itu maka mereka akan
mencari informasi tentang inovasi.
3. Evaluasi
Para penerima/sasaran inovasi mengadakan penilaian tentang kemungkinan akan
dapat terlaksananya inovasi tersebut, tentang kemampuan untuk mencapai tujuan,
tentangpembiayaan dan sebagainya.
4. Percobaan
Para penerima/sasaran inovasi mencoba menerapkan inovasi untuk membuktikan
apakah memang benar inovasi dapat diterapkan, seperti yang diharapkan. Jika
ternyata berhasil maka inovasi akan diterima.
Beberapa contoh perkembangan inovasi di bidang pendidikan adalah sebgai
berikut..
Universitas Terbuka menyelenggarakan Program Penyetaraan DII Guru SD yang
bertujuan untuk meningkatkan kualifikasi guru kelas dan guru penjaskes. untuk
mencapai tujuan tersebut, dilakukan melalui program pendidikan jarak jauh
dengan bahan belajar utama yaitu bahan cetak (modul) ditunjang dengan program
kaset audio, radio, dan televisi. Mahasiswa dapat belajar tanpa meninggalkan
tugas, dan mahasiswa dapat berinteraksi dengan pengajar melelui media
interaktif.
Di dalam metode belajar terdapat inovasi yang dikenal dengan Accelerated
Learning, yaitu belajar dengan menggunakan relaksasi dan perasaan atau
emosi yang positif (mengaktifkan kekuatan pikiran bawah sadar untuk mencapai
tujuan). Metode ini akan menyempurnakan cara belajar siswa aktif yang telah
dikenal selama ini.
KEPEMIMPINAN
Profil Pemimpin Pendidikan yang
Dibutuhkan Saat ini
Untuk menghadapi tantangan dan permasalahan pendidikan nasional yang amat
berat saat ini, mau tidak mau pendidikan harus dipegang oleh para pemimpin yang
sanggup menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan yang ada, baik pada
level makro maupun mikro di sekolah.
Merujuk pada pemikiran Rodney Overton (2002) tentang profil pemimpin yang
dibutuhkan saat ini, berikut ini diuraikan secara singkat tentang 20 profil
pemimpin pendidikan yang yang dibutuhkan saat ini.
o Mampu
menginspirasi melalui antusiasme yang menular.
o Memiliki
standar etika dan integritas yang tinggi.
o Memiliki
tingkat energi yang tinggi.
o Memiliki
keberanian dan komitmen
o .-Memiliki
tingkat kreativitas yang tinggi dan bersikap nonkonvensional.
o Berorientasi
pada tujuan, namun realistis
o .Memiliki
kemampuan organisasi yang tinggi
o Mampu
menyusun prioritas
o Mendorong
kerja sama tim dan tidak mementingkan diri sendiri, upaya yang terorganisasi.
o Memiliki
kepercayaan diri dan memiliki minat tinggi akan pengetahuan.
o .Sesuai dan
waspada secara mental maupun fisik.
o Bersikap
adil dan menghargai orang lain.
o Menghargai
kreativitas
o Menikmati
pengambilan resiko.
o Menyusun
pertumbuhan jangka panjang
o Terbuka
terhadap tantangan dan pertanyaan.
o Tidak takut
untuk menantang dan mempertanyakan.
o Mendorong
pemahaman yang mendalam untuk banyak orang.
o Terbuka
terhadap ide-ide dan pandangan baru.
o Mengakui
kesalahan dan beradaptasi untuk berubah.
Kepemimpinan Pendidikan
Materi Terkait:
• Kepemimpinan Kepala Sekolah
• Kompetensi Kepala Sekolah
• Kualifikasi Kepala Sekolah
• Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah
• Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah
• Profesionalisme Kepemimpinan Kepala Sekolah
• Tujuh Puluh Persen (70%) Kepala Sekolah Tidak Kompeten
• Kepemimpinan Perempuan
• Tigas Belas Faktor Menjadi Kepala Sekolah yang Efektif
• Profil Manajer dan Pemimpin Pendidikan yang Dibutuhkan Saat ini
• Kepemimpinan Kepala Sekolah
• Kompetensi Kepala Sekolah
• Kualifikasi Kepala Sekolah
• Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah
• Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah
• Profesionalisme Kepemimpinan Kepala Sekolah
• Tujuh Puluh Persen (70%) Kepala Sekolah Tidak Kompeten
• Kepemimpinan Perempuan
• Tigas Belas Faktor Menjadi Kepala Sekolah yang Efektif
• Profil Manajer dan Pemimpin Pendidikan yang Dibutuhkan Saat ini
Perlunya Profesionalisasi dalam Pendidikan
Dalam rangka menjaga dan meningkatkan layanan profesi secara optimal serta
menjaga agar masyarakat jangan sampai dirugikan oleh orang-orang yang tidak
bertanggungjawab, tuntunan jabatan profesional harus sangat tinggi. Profesi
kependidikan, khususnya profesi keguruan mempunyai tugas utama melayani
masyarakat dalam dunia pendidikan. Sejalan dengan alasan tersebut, jelas
kiranya bahwa profesioanalisasi dalam bidang keguruan mengandung arti
peningkatan segala daya dan usaha dalam rangak pencapaian secara optimal
layanan yang akan diberikan kepada masyarakat. Sehingga dimunculkan sejumlah
asumsi yang melandasi pekerjaan mendidik sebagai profesi sehingga perlu ada
profesi sehingga perlu ada profesionalisasi.
Pendidikan dan Aspek Politik
. Kebijakan, yang dalam bahasa politik dikenal sebagai produk atas
kewenangan atau kuasa, inilah yang kemudian menjadi peluru bagi proses implementasi
sebuah konsep. Itulah sebabnya, setiap proses kebijakan tidak mungkin bisa
dilepaskan dari aspek politik, demikian pula halnya dalam dunia pendidikan.
Formulasi kebijakan inilah yang pada akhirnya menjadi persenyawaan antara
kepentingan idealis dan pragmatis, filosofis dan teknokratis, juga senyawa
kepentingan individualis dan populis. Pada senyawa terakhir inilah sesuatu yang
absurd akan mudah diamati, bahwasanya kebijakan kerapkali tidak bisa dilepaskan
dari aspek pergumulan kepentingan pribadi dan golongan sehingga tidaklah
mengherankan jika seorang kepala daerah seringkali membuat kebijakan
bersendikan pada kepentingan diri dan kelompoknya ketimbang dihajatkan untuk
kepentingan yang lebih luas.
Aksi unjuk rasa guru di berbagai daerah menuntut penyesuaian banyak hal
telah menjadi pendobrak tradisi lama yang dikultuskan. Sosok guru bukan lagi
anak manis yang harus patuh pada atasan, tetapi sosok pembaharu yang harus
menunjukkan idealitasnya. Demo ribuan guru di Merangin Jambi, penolakan
penggusuran sekolah oleh seorang guru di Jakarta beberapa tahun yang lalu, demo
guru yang menuntut kenaikan anggaran, unjuk rasa guru honor yang menuntut
kepastian kepegawaian, dan sebagainya menjadi peristiwa penting yang memangkas
nilai-nilai ketabuan guru. Guru tak lagi memainkan peran pencerahan budi semata,
tetapi juga pencerahan relasikuasa dan masa depan.
Pendidikan Dan Politik
Berkaitan dengan peran dan fungsi guru yang tidak hanya mampu mentransfer
teori-teori saja, maka guru pun dituntut untuk mampu menerjemahkan praksis
sosialita ke dalam pengajaran mereka. Mungkin dapat disimplifikasi bahwa
maraknya korupsi, kolusi, dan nepotisme adalah bagian inheren dari kegagalan
pembangunan mental peserta didik
BAB III
KESIMPULAN
Pembaharuan (inovasi) diperlukan bukan saja dalam bidang teknologi, tetap ijuga di segala bidang termasuk bidang pendidikan.pembaruan pendidikan diterapkan didalam berbagai jenjang pendidikan juga dalam setiap komponen system pendidikan.
Sebagai pendidik, kita harus mengetahui dan dapat menerapkan inovasi-inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal.
Kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada outputnya sehingga akan muncul pengakuan yang rill dari siswa, orang tua dan masyarakat. Namun sekolah/ lembaga pendidikan tidak akan meraih suatu pengakuan rill apabila warga sekolah tidak melakukan suatu inovasi di dalamnya dengan latar belakang kekuatan, kelemahan tantangan dan hambatan yang ada.
Pembaharuan (inovasi) diperlukan bukan saja dalam bidang teknologi, tetap ijuga di segala bidang termasuk bidang pendidikan.pembaruan pendidikan diterapkan didalam berbagai jenjang pendidikan juga dalam setiap komponen system pendidikan.
Sebagai pendidik, kita harus mengetahui dan dapat menerapkan inovasi-inovasi agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal.
Kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada outputnya sehingga akan muncul pengakuan yang rill dari siswa, orang tua dan masyarakat. Namun sekolah/ lembaga pendidikan tidak akan meraih suatu pengakuan rill apabila warga sekolah tidak melakukan suatu inovasi di dalamnya dengan latar belakang kekuatan, kelemahan tantangan dan hambatan yang ada.
DAFTAR PUSTAKA
REVERENSI
1.Drs. H. Fuad Ihsan, dasar-Dasar Kependidikan. Rineka Cipta, 1997
1.Drs. H. Fuad Ihsan, dasar-Dasar Kependidikan. Rineka Cipta, 1997
- Resume ini tersusun dari kumpulan makalah Mata Kuliah Sosiologi Pendidikan.yang tersusun dari kelompok Satu hingga Kelompok Terakhir
- Selain itu juga mengambil dari berbagai situs internet yang membahas tentang Sosiologi Pendidikan
- Resume ini juga saya arsipkan di situs Blog kami yaitu di: http://mediadakwahthoriquljannah.com
terimakasiiih....
BalasHapusmakalah yang sangat membantu...
:)
semoga bermanfaat bagi yang lain juga...
jika berkenan silahkan juga kunjungi blog kami di safinaturrohmah.wordpress.com
;)